top of page

Hamka “Monk” Islam

Ketika transit di bandara Bangkok, Thailand, Hamka salat di ruang tunggu. Anaknya, Rusydi meminta izin kepada petugas bandara dengan mengatakan, “kami monk Islam, sebagaimana monk Buddha.”

loading_historia_white.gif
transparant.png

Buya Hamka menghadiri KTT Islam di Thaif, Makkah, Arab Saudi tahun 1981. (Koleksi keluarga Hamka).

26 Mei 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

BUYA Hamka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina pada awal bulan Ramadan, 18 Juli 1981. Dr. Karnen Bratawijaya, yang lama menjaga kesehatan Hamka, memberi tahu bahwa Hamka terkena serangan jantung berat. Penyakit itu telah dirasakan Hamka sejak Februari.


Tokoh-tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdatangan ke rumah sakit untuk menjenguk ketua umum MUI pertama itu. Anggota MUI yang kemudian menjadi menteri agama, dr. Tarmizi Taher bilang kepada Rusydi Hamka, anak ketiga Hamka, seharusnya Hamka tidak melakukan perjalanan ke Bangladesh dan Irak. Sangat berbahaya bagi penderita jantung seperti Hamka melakukan perjalanan jarak jauh. Khawatir terjadi anfal (serangan jantung mendadak) di udara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page