- 26 Mei 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
BUYA Hamka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina pada awal bulan Ramadan, 18 Juli 1981. Dr. Karnen Bratawijaya, yang lama menjaga kesehatan Hamka, memberi tahu bahwa Hamka terkena serangan jantung berat. Penyakit itu telah dirasakan Hamka sejak Februari.
Tokoh-tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdatangan ke rumah sakit untuk menjenguk ketua umum MUI pertama itu. Anggota MUI yang kemudian menjadi menteri agama, dr. Tarmizi Taher bilang kepada Rusydi Hamka, anak ketiga Hamka, seharusnya Hamka tidak melakukan perjalanan ke Bangladesh dan Irak. Sangat berbahaya bagi penderita jantung seperti Hamka melakukan perjalanan jarak jauh. Khawatir terjadi anfal (serangan jantung mendadak) di udara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












