top of page

Cahaya Kristus di Pulau Nias

Agama Kristen mayoritas di Pulau Nias. Pendeta Jerman menyebarkannya dengan bantuan guru-guru lokal yang mereka latih.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jemaat Kristen di sebuah gereja di Gunungsitoli, Nias. (Wereldmuseum Amsterdam).

24 Des 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Jan

NIAS sedang mengalami kesulitan hari ini. Harga barang melonjak meski pulau itu tidak terendam banjir seperti di Tapanuli, Sumatra Selatan. Penyebabnya, ketergantungan perekonomian Pulau Nias pada Tapanuli dengan pelabuhannya di Sibolga. Maka, harga barang-barang di Nias, yang lebih mahal dibandingkan di Sibolga sebelum banjir Tapanuli, kini menjadi semakin tinggi.


“Jalur barang ke Nias nyaris dari Sibolga saja. Selama bencana ini barang-barang naik di Nias karena barang ke sana [kini] dikirim dari Padang,” kata Dian Purba, pengajar sejarah di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page