- 12 Nov 2017
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jun
ARKEOLOG maritim asal Australian National Maritime Museum (ANMM) James Hunter gundah. Bangkai kapal-kapal perang Dunia II di bawah Laut Jawa dan laut-laut lain di Asia Tenggara terancam bahaya. Mereka bukan terancam oleh alam tapi oleh tangan-tangan jahat pencuri dan penjarah.
Dia tak pernah mengira kejahatan tersebut juga menyasar benda-benda bersejarah (baca: bangkai kapal perang semasa PD II). Setahu Hunter, dulu pencurian dan penjarahan hanya terjadi pada bangkai-bangkai kapal dagang kecil dan sedang.
Hunter baru mengatahui pencurian dan penjarahan terhadap bangkai kapal perang setelah ANMM mendapat info dari komunitas selam Indonesia. “Saya sudah berkecimpung di bidang ini selama 20 tahun, dan saya belum pernah mendengar adanya perongsokan benda bersejarah, terutama lambung baja seberat 8000 ton, benar-benar dicolong. Saya tak bisa mempercayainya. Saya hampir menolak untuk mempercayainya,” ujarnya sebagaimana diberitakan theguardian.com.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















