DERETAN buku tentang kisah hidup dan karya Eduard Douwes Dekker alias Multatuli tertata rapi dalam kotak kaca di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten. Di antara buku-buku berbahasa Belanda itu terselip sebongkah ubin berwarna abu-abu. Benda berbentuk segi enam tersebut diambil dari bekas rumah Asisten Residen Lebak yang pernah menjadi tempat tinggal Douwes Dekker ketika bertugas di Rangkasbitung pada abad ke-19.
“Ubin itu sesungguhnya sepasang. Saya menemukannya di area bekas rumah Multatuli ketika mengambil rekaman video di Lebak tahun 1987. Saat kembali ke Belanda, saya bawa serta ubin itu dan disimpan di sana. Tidak ada yang tahu kalau ubin tersebut berasal dari bekas kediaman Multatuli,” kata Arjan Onderdenwijngaard, penulis buku Lebak Kota Multatuli, dalam pemutaran film serta peluncuran dan diskusi bukunya di Erasmus Huis, Jakarta, Kamis (13/8/2026) malam.
Dua ubin itu berwarna abu-abu tua dan abu-abu muda. Arjan menemukan ubin itu dekat kontainer sampah puing-puing bangunan. Tak hanya mengambil ubin, dia juga membawa serta bingkai ubinnya. Setelah menyimpan ubin itu kurang lebih 25 tahun, Arjan menghibahkannya ke Multatuli Huis di Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












