top of page

CIA Kecewa pada PRRI

Utusan pergi ke Singapura meminta bantuan senjata. CIA tak mau bantu lagi karena kecewa pada PRRI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sebastian Tanamas (kanan), Mayjen Fujiwara (tengah), dan pengusaha Hasjim Ning (kiri) pada 11 April 1962 di ruang kerja Jenderal Fukuda di Tokyo, Jepang. (Repro Tak Menggantang Asap).

22 Des 2020
4 menit membaca

KAPTEN Sebastian Tanamas bermarkas di Parit Surau. Pasukannya berada di bawah Sub Komando Daerah Riau (SKDR) yang memiliki daerah operasi di Riau Daratan. Pada 31 Mei 1958, kurir datang dari markas SKDR di Lintau, Tanah Datar, membawa perintah agar dia menghadiri rapat perwira.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page