- 24 Mar 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 30 Mar
ARLES, bagian selatan Prancis, pada malam sebelum Natal yang dingin tahun 1888. Paul Gauguin, pelukis pascaimpresionis Prancis, berjalan-jalan sendiri untuk menghirup udara segar yang bercampur aroma pohon salam yang berbunga.
Tiba-tiba ia mendengar langkah kaki yang familiar. Ketika berbalik, ia melihat Vincent van Gogh berlari ke arahnya sambil memegang pisau cukur yang terbuka. Ia bingung soal apakah ia mesti menenangkan van Gogh dan melucuti senjatanya atau tidak.
Namun, van Gogh, pelukis pascaimpresionis Belanda, kemudian berbalik ke Rumah Kuning, tempat kumpul seniman yang didirikannya setelah meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Arles pada 19 Februari 1888.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















