top of page

Di Balik Rekor Eropa Real Madrid

Setelah minta maaf kepada federasi Jerman, Ferenc Puskás “menggendong” Real Madrid menorehkan rekor lima kali juara Eropa beruntun.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Skuad Real Madrid yang menjuarai European Cup/Liga Champions musim 1959-1960 (realmadrid.com)

18 Mei 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

BORUSSIA Dortmund jadi tim asal Jerman ketiga yang menantang Real Madrid di final Liga Champions. Sepanjang sejarahnya, termasuk ketika kompetisi teratas sepakbola Eropa itu masih bernama European Cup, El Real selalu punya catatan positif, termasuk kala tim ibukota Spanyol itu masih diperkuat pemain legendaris Ferenc Puskás pada 1960.


Real Madrid mesti meladeni Dortmund demi memetik mahkota Eropa ke-15 pada partai final musim 2023-2024 ini di Stadion Wembley di Inggris, Sabtu (1/6/2024) malam waktu setempat. Bila berhasil, catatan rekor yang dimiliki bakal makin jauh meninggalkan tim-tim raksasa lain, di mana yang terdekat hanya AC Milan dengan tujuh gelar European Cup/Liga Champions.


Sejak di fase grup, Real Madrid sama sekali belum pernah keok. Tim yang diarsiteki Carlo Ancelotti itu melaju sampai partai puncak usai di semifinal melewati laga home-away sengit kontra raksasa Jerman Bayern Munich dengan kemenangan agregat 4-3. Sementara, Dortmund sempat dua kali kalah di fase grup dan laga tandang di perempatfinal meski masih sanggup mencapai final usai menang agregat 2-0 dari Paris Saint-Germain.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page