top of page

Di Sekitar Lagu “Bangun Pemudi-Pemuda”

Lagu yang acap diputar di setiap Hari Sumpah Pemuda. Penciptanya punya alasan mendahulukan “pemudi” ketimbang “pemuda”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alfred Simanjuntak yang menggubah lagu "Bangun Pemudi-Pemuda". (pgi.or.id).

  • 28 Okt 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Jan

ALFRED Simanjuntak yang menciptakan lagu “Bangun Pemudi-Pemuda” memang bukan tokoh yang terlibat dalam momen Sumpah Pemuda di Kongresi Pemuda II, 28 Oktober 96 tahun lampau. Namun semangat yang tertuang dalam irama dan lirik lagu patriotis itu selalu jadi inspirasi harapan dan semangat para penerus bangsa. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page