top of page

Dilema Menak Sunda

Revolusi kemerdekaan Indonesia membelah keluarga bangsawan Sunda menjadi dua kubu: pro dan anti-Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suria Kartalegawa pidato di Bogor, Agustus 1947. (Arsip Nasional Belanda).

  • 18 Jun 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 26 Okt 2025

FOTO tua itu menyiratkan keberpihakan. Di atas mimbar berbalut bendera Kerajaan Belanda (Merah Putih Biru), seorang lelaki tampak tengah berpidato. Tertulis dalam dokumen milik Arsip Nasional Belanda, lelaki berkacamata itu tengah mengajak orang-orang Sunda untuk masuk ke dalam suatu organisasi politik bernama Partai Rakyat Pasundan. Siapakah dia?


“Tak lain dan tak bukan adalah R.A.A.M.M. Suria Kartalegawa, calon Presiden Negara Pasundan,” demikian menurut dokumen foto bernomor 15877 itu.


Menurut Agus Mulyana dalam Negara Pasundan 1947–1950: Gejolak Menak Sunda Menuju Integrasi Nasional, Suria Kartalegawa merupakan putra dari R.T. Kartalegawa, seorang bupati Garut yang pada masa pergerakan nasional aktif di Politeik Economie Bond (sebuah organisasi yang anti terhadap pergerakan kebangsaan Indonesia).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Dimulai dari dunia militer, dasi berkembang menjadi aksesoris pelengkap yang kini lumrah dipakai oleh siapa saja.
Dimulai dari dunia militer, dasi berkembang menjadi aksesoris pelengkap yang kini lumrah dipakai oleh siapa saja.
Di balik layar “You and I” yang sarat pergulatan batin. Menyingkirkan segi dramatis dan politis demi keadilan dan kemanusiaan.
Di balik layar “You and I” yang sarat pergulatan batin. Menyingkirkan segi dramatis dan politis demi keadilan dan kemanusiaan.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page