top of page

Pemerintahan Seumur Jagung

Untuk membentuk Negara Jawa Timur, Van der Plas menggaet kalangan bangsawan sampai agamawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Recomba Jawa Timur Charles Olke van der Plas berpidato, di belakangnya (kiri-kanan) Wali Negara Jawa Timur R.T.P. Achmad Koesoemonegoro dan Wali Negara Madura R.A.A. Tjakraningrat, 5 Mei 1949. (Arsip Nasional Belanda).

19 Jun 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 19 Jan

CHARLES Olke van Der Plas, pemimpin Recomba (Regeringscommissaris voor Bestuursaangelegenheden) atau pemerintahan peralihan Belanda, merangkul kalangan bangsawan yang tergabung dalam Partai Rakyat Jawa Timur. Tujuan partai yang berdiri pada 14 Juni 1947 ini adalah menuntut hak menentukan nasibnya atas dasar demokrasi dan bekerja sama dengan golongan-golongan lain tanpa memandang kebangsaan, bahasa, dan agama.


Menurut Marsudi, dosen Universitas Negeri Malang, partai itu didirikan oleh bangsawan lokal yang telah menikmati masa jaya bersama Belanda dan kemudian dikecewakan oleh pemerintah pendudukan Jepang maupun Republik. Munculnya partai ini tak lepas dari upaya Belanda untuk membangkitkan kembali bekas-bekas sekutunya di Jawa Timur demi memperoleh dukungan dalam pembentukan Negara Jawa Timur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Sebagian orang Belanda khawatir kecamuk Perang Dunia I menjalar ke Hindia Belanda. Jika benar terjadi, tanah jajahan yang berharga itu bisa lepas dari genggaman. Maka, perkumpulan Onze Vloot menebar propaganda supaya Kerajaan Belanda membuat kebijakan memperkuat armada perang guna membentengi Hindia Belanda. Sebagian pejabat Belanda merisaukan perkembangan militer Jepang yang agresif setelah menang perang melawan Rusia. Di sisi lain, armada perang Belanda, utamanya di Hindia Belanda, dalam...
Sebagian orang Belanda khawatir kecamuk Perang Dunia I menjalar ke Hindia Belanda. Jika benar terjadi, tanah jajahan yang berharga itu bisa lepas dari genggaman. Maka, perkumpulan Onze Vloot menebar propaganda supaya Kerajaan Belanda membuat kebijakan memperkuat armada perang guna membentengi Hindia Belanda. Sebagian pejabat Belanda merisaukan perkembangan militer Jepang yang agresif setelah menang perang melawan Rusia. Di sisi lain, armada perang Belanda, utamanya di Hindia Belanda, dalam...
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Pesawat Cubana de Aviacions 455 yang mengangkut para atlet anggar Kuba tak berdosa "dimangsa" bom yang dipasang para oposan Fidel Castro yang didukung CIA.
Pesawat Cubana de Aviacions 455 yang mengangkut para atlet anggar Kuba tak berdosa "dimangsa" bom yang dipasang para oposan Fidel Castro yang didukung CIA.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
transparant.png
bottom of page