top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Dua dari Tiga Haji Moskow

Waworoentoe dan Wentoek belajar komunisme di Moskow. Dibuang ke Boven Digoel kemudian jadi anggota KNIL di Australia. Keduanya mengundurkan diri karena menolak melawan Indonesia.

30 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Tahanan politik komunis dibuang ke Boven Digoel, Papua tahun 1927. (Wikimedia Commons).

  • 30 Des 2023
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

CORNELIS Clemens Wentoek dan Johannes Waworoentoe merupakan dua orang yang beruntung usai menjadi “pelaut”. Sebelumnya, Wentoek seorang petani dan Waworoentoe seorang montir di Keresidenan Manado. Dengan menjadi buruh laut, keduanya bisa mengarungi lautan dan mengunjungi tempat yang jauh dari daerah asalnya. Mereka mencapai Eropa pada 1924, lalu ke Moskow, Uni Soviet. Mereka pun belajar tentang komunisme.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page