top of page

Dulu Para Sersan Berserikat

Dulu para sersan bumiputra punya perkumpulan. Terdiri dari berbagai etnis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan KNIL di Cirebon. Dalam KNIL, bintara diperbolehkan berserikat. (Geheugendelpher)

28 Mar 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

UNDANG-undang Dasar 1945 menjamin adanya kebebasan berserikat dan berkumpul bagi para warga negara Indonesia. Tapi itu bukan hal baru. Di zaman Hindia Belanda, berserikat dan berkumpul diperbolehkan bahkan dalam ketentaraan. Para sersan atau bintara boleh berserikat dan berkumpul dalam sebuah wadah.


Aturan itulah yang dijadikan bekal oleh beberapa bintara tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) asal Jawa, Minahasa, dan etnis-etnis lain di Nusantara mendirikan perkumpulan bernama Oentoek Keperloean Kita (Baca: Untuk Keperluan Kita. Singkatan: OKK). OKK diakui pemerintah kolonial berdasar Gouverment Besluit tanggal 17 Januari 1928 nomor 2X.


Anggota OKK tersebar di banyak daerah. Tak hanya di beberapa kota tangsi di Jawa macam Ambarawa, Magelang, Meester Cornelis (Jakarta Timur) saja, tapi juga Lahat di Sumatra Selatan, Ambon, Balikpapan, Atambua dan lain-lain. Bahkan, OKK punya suratkabar berbahasa Melayu Pasar—yang mirip bahasa Indonesia saat ini—dengan nama Oentoek Keperloean Kita juga.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
transparant.png
bottom of page