top of page

Eks Pemilih PKI Pilih Golkar

Habis PKI terbit Golkar. Golkar bahkan lebih jaya dengan bantuan penguasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pembicara dalam bedah buku karya Ken Ward, "NU, PNI dan Kekerasan Pemilu 1971", di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, 2 April 2024. (Petrik/Historia)

8 Apr 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Mei

USAI transisi kekuasaan dari Sukarno ke Soeharto, salah satu hal mendesak yang mesti dilaksanakan pemerintah adalah pemilihan umum (pemilu). Mulanya pemilu hendak diadakan pada Juli 1968, seperti telah direncakan MPR. Namun, Pejabat Presiden Soeharto merasa tahun itu bukan waktu yang baik untuk mengadakan pemilu.


“Yang dilakukan Soeharto adalah mengundur pemilu itu,” kata sejarawan Asvi Warman Adam dalam diskusi buku Ken Ward berjudul NU, PNI dan Kekerasan Pemilu 1971 di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, 2 April 2024.


Maka kemudian diputuskan pemilu diadakan pada Juli 1971. Dengan tiga tahun penundaan itu, ada waktu bagi pendukung Soeharto untuk memenangkan pemilu. Klik Soeharto pun memperkuat kendaraan politik mereka, Golongan Karya (Golkar) —yang bermula dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya (Golkar). Organisasi ini menghimpun Koperasi Usaha Gotong Royong (KOSGORO), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan lain-lain. Golkar juga menjadi salah satu kontestan pemilu meski bukan partai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page