- 29 Jan 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
KETIKA Indonesia baru saja merdeka, Soeharto tinggal di sekitar Wirogunan, Yogyakarta. Dekat dengan Dokter Sukiman, yang kemudian menjadi ketua Masyumi. Meski sebagai satu komandan tentara yang kuat di Yogyakarta, Soeharto yang hanya lulusan SD itu masih belum dianggap mengerti politik.
“Nah ketika di rumah Sukiman ada diskusi, dia datang ingin mendengar. Tapi dia bingung, kemudian mencari masukan kesana-kemari. Piye? Piye? Nah kemudian dia ketemu Pak Marsudi, bekas Heiho. Pak Marsudi sudah punya hubungan dengan Kelompok Pathuk. Pak Harto lalu diajak mendengar diskusi,” kata Dayino dalam buku yang disusun Eros Djarot dkk., Siapa Sebenarnya Soeharto.
Selama beberapa bulan, Soeharto menjadi pendengar setia di Marx House yang terletak di Pathuk, Yogyakarta. Di sana, beberapa intelektual terkemuka tanah air aktif berdiskusi dengan para pemuda dari berbagai latar belakang, tak terkecuali mereka yang dicap kiri. Soeharto menjadi dekat dengan orang-orang Pathuk yang sering keluar-masuk markasnya. Tak hanya Marsudi, tapi juga Sjam Kamaruzaman yang belakangan terlibat G30S.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















