top of page

Emas untuk Perjuangan Republik

Membiayai perjuangan Republik melalui penjualan emas. Diselundupkan dari pengawasan tentara Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pekerja tambang emas dan perak di Tambang Sawah, Bengkulu. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

  • 10 Jun 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 6 hari yang lalu

PEMERINTAH Indonesia tak punya banyak anggaran untuk membiayai pemerintahannya ketika merdeka pada 1945. Pendapatan negara saat itu berasal dari dana kemerdekaan (Fonds Kemerdekaan Indonesia) yang digalang sejak 1944. Bentuknya berupa uang dan perhiasan dari masyarakat.


Indonesia menggunakannya untuk biaya pengamanan Sukarno dan Hatta, mencari atau merampas senjata dari Jepang, pengiriman kurir, pencetakan bendera dan kertas, dan modal kerja kepada Poesat Bank Indonesia (PBI, pendahulu Bank Negara Indonesia). Karena itulah, pemerintah berupaya mencari pendapatan dari sumber lain dari yang halal sampai yang haram seperti jual candu.


Lama-kelamaan fonds kemerdekaan makin sedikit. Sementara sumber pendapatan lain dari produksi perkebunan belum bisa berjalan. Oey Beng To dalam Sejarah Kebijakan Moneter Indonesia menyebut masa itu sebagai “kehancuran di sektor produksi”. Cara lain untuk mendapatkan pendapatan adalah dengan menjual emas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Kekaguman Salman Aristo Terhadap Hatta
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Sebuah kelompok astronom, yang dipimpin orang Indonesia, menemukan planet baru yang terbentuk secara tak lazim.
Sebuah kelompok astronom, yang dipimpin orang Indonesia, menemukan planet baru yang terbentuk secara tak lazim.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Meski prestisius dan tertua plus selalu melahirkan bintang, All England acapkali disebut kejuaraan dunia bayangan.
Meski prestisius dan tertua plus selalu melahirkan bintang, All England acapkali disebut kejuaraan dunia bayangan.
transparant.png
bottom of page