top of page

Emas untuk Perjuangan Republik

Membiayai perjuangan Republik melalui penjualan emas. Diselundupkan dari pengawasan tentara Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pekerja tambang emas dan perak di Tambang Sawah, Bengkulu. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

10 Jun 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Jul

PEMERINTAH Indonesia tak punya banyak anggaran untuk membiayai pemerintahannya ketika merdeka pada 1945. Pendapatan negara saat itu berasal dari dana kemerdekaan (Fonds Kemerdekaan Indonesia) yang digalang sejak 1944. Bentuknya berupa uang dan perhiasan dari masyarakat.


Indonesia menggunakannya untuk biaya pengamanan Sukarno dan Hatta, mencari atau merampas senjata dari Jepang, pengiriman kurir, pencetakan bendera dan kertas, dan modal kerja kepada Poesat Bank Indonesia (PBI, pendahulu Bank Negara Indonesia). Karena itulah, pemerintah berupaya mencari pendapatan dari sumber lain dari yang halal sampai yang haram seperti jual candu.


Lama-kelamaan fonds kemerdekaan makin sedikit. Sementara sumber pendapatan lain dari produksi perkebunan belum bisa berjalan. Oey Beng To dalam Sejarah Kebijakan Moneter Indonesia menyebut masa itu sebagai “kehancuran di sektor produksi”. Cara lain untuk mendapatkan pendapatan adalah dengan menjual emas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
transparant.png
bottom of page