top of page

Empat Kisah Kesederhanaan Mantan Kapolri Kunarto

Selain Hoegeng, ternyata ada Kapolri lain yang hidupnya sederhana. Mantan ajudan Presiden Soeharto ini jadi teladan bagi anak buahnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto melantik Letjen Polisi Drs. Kunarto sebagai Kapolri pada 1991. (Setneg/Dharmasena, Februari No. 43/Tahun XVI/1991).

22 Jul 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Jun

NAMA mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso kerap disebut saat membahas mengenai sosok polisi yang jujur dan sederhana. Selain Hoegeng, ternyata ada polisi lain yang hidupnya sederhana, yaitu Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto yang menjabat Kapolri pada 1991–1993.


Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Kunarto yang lahir di Yogyakarta, 8 Juni 1940, pernah menjadi Kapolsek Cipinang, Kepala Sekretariat kemudian Wakil Kapolda Metro Jaya, dan Kapolda Sumatra Utara. Lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan IX tahun 1962 ini kemudian menjadi Staf Ahli Panglima ABRI.


Kunarto juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1982. Setelah selesai manjabat Kapolri, Kunarto ditugaskan Presiden Soeharto sebagai Wakil Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mendampingi J.B. Sumarlin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page