top of page

Fanta, Fantasie dalam Perang Dunia II

Fanta tercipta dalam situasi yang jauh dari ceria. Minuman ini lahir dan besar di tengah kecamuk Perang Dunia II.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Iklan Fanta di Jerman, 1940-an. (timeline.com).

16 Apr 2010
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

“FANTA, cerianya berasa banget!” Begitulah slogan salah satu iklan minuman ringan Fanta di Indonesia. Fanta, seperti juga Coca-Cola dan Sprite, adalah produk Coca-Cola Company, perusahaan internasional dalam bidang minuman yang didirikan pada 8 Mei 1886 oleh apoteker Dr. John Stith Pemberton, dan bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS). Tapi siapa yang mengira kalau minuman itu lahir dalam situasi yang jauh dari ceria? Ia lahir dan besar di tengah kecamuk Perang Dunia II.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page