top of page

Gedung Parlemen di Antara Dua Rezim

Riwayat tempat berkantornya para wakil rakyat dari era Bung Karno hingga Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI di kawasan Senayan (Randy Wirayudha/Historia)

5 Jul 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Agu

KOMPLEKS parlemen alias Gedung MPR/DPR/DPD RI belakangan jadi bahan ledekan di aplikasi Google Maps lantaran ada yang menyunting. Belum jelas siapa yang menyuntingnya namun sudah kadung geger di jagat maya. Menurut laman support Google, siapapun yang memiliki akun Google memang bisa menyunting label sebuah lokasi, namun penyuntingannya tentu akan ditinjau pihak Google terlebih dulu.


Kehebohan itu muncul lewat akun Twitter @recehtapisayng pada Minggu (2/7/2023). Tag lokasi gedung parlemen itu diubah sebutannya antara lain dengan olok-olok “Perkumpulan Tikus Berdasi”, “Sarangnya Tikus Tikus Kantor”, “Istana Tikus Berdasi, hingga “Peternakan Tikus”.


Respon sejumlah legislator terhadapnya pun beragam. Ada yang meradang karena merasa ledekan itu tak beretika. Ada pula yang menganggap hal itu sekadar bentuk “perhatian” publik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page