top of page

Gerakan Aron di Sumatra Timur

Para petani merebut lahan raja-raja dan menggarapnya secara gotong-royong. Ditumpas polisi Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret perempuan Karo antara tahun 1914-1919. Hanya ilustrasi. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

23 Jan 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

PADA masa pendudukan Jepang muncul gerakan subversif di wilayah Sumatra Timur yang meresahkan pemerintah Jepang dan kesultanan. Gerakan ini dinamai Aron, di mana para petani merebut dan menggarap lahan pertanian secara ilegal. Menyebabkan sejumlah tragedi berdarah, namun dianggap heroik di kemudian hari.


Gerakan Aron bermula dari Gerakan Indonesia Raya (Gerindo) Sumatra Timur. Kader-kader Gerindo juga bergabung dengan Serikat Tani Indonesia. Tujuannya untuk menyusun program-program yang membela kaum tani. Organisasi ini mempunyai komite-komite perladangan. Serikat Tani Indonesia kemudian menjadi gerakan Aron. Aron mengacu pada sekelompok petani yang bekerja secara bergotong-royong.


Gerakan Aron, menurut Brahma Putro dalam Karo dari Zaman ke Zaman, serupa dengan gerakan gotong-royong, di mana anggotanya bekerja demi kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Orang yang masuk gerakan Aron, biasanya muda-mudi dan ibu-ibu, disebut Raron.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page