top of page

Gerakan Baso di Sumatra Barat

Ulama kakak beradik Tuanku Nan Putih dan Tuanku Nan Hitam memimpin Gerakan Baso di Sumatra Barat. Pengikut Tan Malaka ini ditumpas tentara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masjid dan menara di Kotabaru, Baso, Sumatera Barat. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

  • 11 Jan 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 14 Apr

PASCA hengkangnya Jepang dari Indonesia pada akhir 1945, seorang ulama dari Baso, Sumatra Barat menjemput puluhan romusha asal Jawa di Logas, Riau. Mereka kemudian dimukimkan di areal pertanian kolektif di Baso. Ulama itu ialah Tuanku Nan Putih, yang kelak bersama adiknya, Tuanku Nan Hitam dianggap sebagai pemberontak.


Menurut Audrey R. Kahin dalam Dari Pemberontakan ke Integrasi, Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1998, Abdul Rahman Tuanku Nan Putih adalah ulama pedesaan dari Baso, daerah dekat Bukittinggi, Sumatra Barat. Laki-laki kelahiran 1898 ini merupakan murid dari Syekh Daud Rasyidi dari Balingka. Sejak muda, ia telah bergabung dengan Sarekan Islam (SI) dan ketika SI pecah, ia memilih faksi komunis Sarekat Rakyat.


Pada pemberontakan komunis 1927 di Sumatra Barat, Tuanku Nan Putih ditangkap Belanda. Ia kemudian dibuang ke Pamekasan, Madura. Setelah sekira tiga tahun dipenjara, Tuan Nan Putih bebas dan kembali aktif berpolitik. Ia bergabung dengan Partai Persatuan Muslim Indonesia (Permi), kemudian PNI Baru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Kendati pernah digugat, kasidah modern malah merentang zaman.
Kendati pernah digugat, kasidah modern malah merentang zaman.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page