top of page

Insiden-insiden Gerakan Aron

Konflik tanah memicu sejumlah kerusuhan di Sumatra Timur. Petani versus Kesultanan dan pemerintah Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 25 Jan 2023
  • 3 menit membaca

Konflik lahan di Sumatra Timur pecah pada 19 Juni 1942. Ratusan petani Karo berbondong-bondong mengepung pos polisi di Pancur Batu. Aksi berlangsung selama dua hari sebelum dibubarkan. Musababnya, para petani marah karena 18 kawan mereka ditembak mati oleh polisi Kesultanan sehari sebelumnya.


Penembakan keji itu bermula pada awal Juni ketika konflik petani Aron dan kaum bangsawan mencapai puncaknya. Di distrik Sunggal, Deli, kepala desa yang mencoba mencegah aksi petani Aron merebut lahan, dirampok atau ditakuti-takuti. Dua orang terbunuh dalam ketegangan di Sunggal. Polisi Kesultanan membalas dengan menembak mati 18 petani.


“Catatan Jepang tidak menunjukkan bahwa ada pejabat atau polisi Jepang yang terlibat pada tahap ini; amarah Aron tampaknya ditujukan kepada Datuk Sunggal, agen-agennya di Pancur Batu, dan kepada para kepala desa yang mendukung mereka,” tulis Anthony Reid dalam Menuju Sejarah Sumatra, antara Indonesia dan Dunia..



Insiden di Sunggal bukan kali pertama.Pada 1 Juni 1942, polisi dikerahkan dari Kebanjahe untuk menangani para petani Aron yang menduduki tanah-tanah di Batu Karang dan Tiga Nderket. Dalam peristiwa itu, seorang polisi dan tiga orang petani Arontewas.


Tridah Bangun dkk. dalam Pejuang dan Pelopor Industri Kabel Indonesia, Biografi Dr. K. Pri Bangun, Presdir Tranka Kabel mencatat, pernah pula terjadi kerusuhan pada sebuah unjuk rasa petani Aron.Kala itu, para petani hendak menyampaikan tuntutan kepada Raja Urung V Senina, Boncar Bangun. Unjuk rasa dari sore hingga malam hari itu memakan korban.


“Dengan maksud mendamaikan suasana ternyata sejumlah polisi pengawal Raja Urung melakukan penembakan, mengakibatkan tewasnya tiga orang penduduk, Penampen Bangun, Djurlak Barus, dan Pa Nampat Purba (yang terakhir ini) sebenarnya di pihak Raja Urung, karena salah ngomong ketika mau masuk ke rumah Raja Urung waktu ditanya polisi, ia langsung ditembak hingga tewas, karena dikira ia dipihak unjuk rasa,” tulis Tridah Bangun dkk.


Sejumlah pemimpin Aron ditangkap dan dibawa ke Kebanjahe. Empat di antaranya kemudian dipenjara di Sukamulia, Medan. Sementara itu, Raja Urungditangkap Kempetai dan dibawa ke Kabanjahe.


“Di sana ia disiksa habis-habisan, sehingga dalam keadaan sekarat dibawa ke Batukarang, akhirnya meninggal dunia,” tulis Tridah Bangun dkk.



Konflik makin memanas. Pada 26 Juli 1942, polisi menahan seorang yang diduga pemimpin Aron di pos polisi Arnhemia, kota perkebunan Eropa dekat Pancur Batu. Sekira 500 orang petani Aron segera berkumpul dan berbaris menuju pos polisi tersebut. Tampaknya, polisi Kesultanan sengaja memancing para petani Aron.


“Pada malam itu pertempuran memperebutkan pos polisi itu dengan cepat berubah menjadi pembantaian, yang menelan korban 21 dari petani Karo yang menyerang dan 57 luka-luka –menurut laporan Jepang, barangkali angka perkiraan rendah– dan empat polisi luka-luka,” tulis Reid.


A.R. Surbakti dalam Perang Kemerdekaan Vol I-II mencatat satu peristiwa pada 21 September 1942. Saat itu, polisi Jepang menangkap pimpinan Aron 3 Urung Ng Sitepu dan beberapa anggota Aron dari kampung Lianggagang. Mereka ditahan di Pancurbatu.


Pada hari yang sama, pimpinan Aron di kampung-kampung mengerahkan semua kekuatan Aron 3 Urung di Deli Hulu untuk demonstrasi ke Pancurbatu. Mereka menuntut pembebasan tahanan Aron di Pancurbatu dan Medan.


"Dalam waktu yang singkat Kelang Sinulingga dan Usin Surbakti serta pengurus lainnya telah berhasil mengerahkan anggota-anggota Aron. Pukul 20.00 malam sejumlah lk. (lebih kurang) 4000 orang Aron telah sampai di Pancurbatu dari segenap penjuru," tulis A.R. Surbakti.



Para petani Aron itu menyerbu tangsi polisi Pancurbatu menggunakan senjata tajam. Namun, tak lama suara tembakan terdengar bertubi-tubi. Bantuan polisi dari Medan kemudian juga tiba. Para demonstranpun berguguran di halaman tangsi.


"Korban pemberontakan Aron ini 16 orang gugur, dan yang luka-luka berat dan ringan memenuhi zal II Rumah Sakit Umum Medan. Keenam belas anggota Aron yang gugur dikuburkan tentara Jepang dalam saty lubang pada jalan arah ke Deli Tua," jelas A.R. Surbakti.


Meski polisi Jepang telah bertindak. Rentetan kerusuhan dan kekerasan terus terjadi. Pada 7 September dan 3 Oktober 1942 terjadi pembunuhan kepala desa oleh anggota atau simpatisan Aron.


Pada 15 Oktober 1942, upaya Kesultanan melarang petani Aron menggarap tanah secara ilegal juga berakhir dengan kerusuhan. Enam penduduk desa tewas dan empat orang terluka parah karena ditembak polisi. Malam harinya, penduduk menyerbu rumah kepala desa. Istri kepala desa dan seorang pembantu rumah tangga tewas.* (Bersambung)

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
transparant.png
bottom of page