top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Guru Ijai Ingin Kita Masuk Surga

Kendati berdomisili di Kalimantan Selatan, fotonya dipajang sampai ke Kalimantan Timur. Guru Ijai ulama yang disayangi banyak orang.

21 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Guru Ijai bersama Gus Dur. (nu.or.id).

Diperbarui: 30 Des 2025

DUA dekade silam, Ainur Rokhimah alias Inul Daratista mulai naik daun di pentas dangdut nasional berkat goyang “Ngebor”-nya. Selain langsung, goyangannya dapat dinikmati lewat VCD karena Youtube belum ada. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan serta Rhoma Irama dan musisi lain mengecamnya, Inul jadi lebih terkenal lagi. Ketika pentas di Kalimantan, Inul malah diundang untuk datang ke seorang kiai kharismatis di sana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page