top of page

KNIL Pakai Pendeta dan Ulama

Prajurit juga manusia yang butuh agama. Maka ada pendeta dan ulama di KNIL.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan KNIL di Cirebon. Mayoritas dari mereka merupakan orang pribumi yang beragama Islam dan Kristen/Katolik. Mendapat bimbingan mental. (Geheugendelpher)

24 Jan 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Mar

Bila sekarang di Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdapat unit Pusat Pembinaan Mental Tentara Nasional Indonesia (Pusbintal TNI), dulu di zaman Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ada Pusat Pemeliharaan Rohani ABRI (Pusroh ABRI). Ini pertanda militer sadar bahwa prajurit butuh siraman rohani untuk menjaga mental mereka melalui jalur agama.


Namun sejatinya bukan hanya TNI/ABRI saja yang punya perangkat yang mengurusi masalah rohani atau tentara. Tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) yang sedari dulu memerangi anak bangsa pun juga punya. Sebab, KNIL berisi banyak tentara dari bermacam kepercayaan. Jangankan yang beragama Kristen seperti orang Belanda, yang beragama Islam pun banyak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page