- 12 Des 2022
- 14 menit membaca
Diperbarui: 5 Mei
RUMAH di Jalan Pangadegan Jakarta Selatan ini tampak biasa-biasa saja. Bangunannya sudah tua. Namun, ada kemewahan yang sulit dinikmati di rumah-rumah di Jakarta. Pekarangannya luas, dengan pepohonan dan rumput hijau. Udara segar tersebar dengan baik bagi penghuninya.
Di rumah itu, Poppy Julianti tinggal bersama anaknya, Miranti Soetjipto-Hirschmann, yang dikenal sebagai seorang wartawan. Dulu tentu rumah itu lebih ramai. Tidak hanya semua anaknya tinggal di sana, tapi juga ayah dan ibunya, Soewardjo Tirtosoepono dan Markamah, yang tinggal di salah satu pavilion rumah itu.
Kenangan tentang Soewardjo, yang tutup usia tahun 1992, masih hidup dalam memori Poppy dan Miranti. Bertahun-tahun mereka membuatkan kronik riwayat hidup Soewardjo. Tak lupa mereka menyimpan dan merawat semua kenangan dari Soewardjo: catatan tangan, surat penghargaan, kartu-kartu.
Tidak semua orang mengenal sosok Soewardjo Tirtosoepono. Tapi jika menyebut salah satu muridnya, semua orang pasti tahu: Soedirman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















