- 14 Okt 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Jun
PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat berdampak pada kehadiran ponsel pintar yang semakin memudahkan berkomunikasi tanpa terbatas jarak dan waktu. Selama ada kuota internet atau wifi, komunikasi melalui telepon dan chat dapat dilakukan kapan saja. Tentu saja ini jauh berbeda dengan zaman dulu pada awal telepon hadir di Indonesia.
Berkomunikasi melalui telepon tak sesederhana memasukkan nomor lalu mengobrol dengan lawan bicara. Kala itu, ada seorang operator yang bertugas menghubungkan sambungan telepon antara pembicara dengan lawan bicaranya yang berada di tempat lain.
“Operator telepon tersebut dipanggil Pentil Kecakot yang memiliki arti Penjaga Tilpun Kecamatan Kota,” tulis Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe. Keberadaan Pentil Kecakot pun berperan penting dalam menghubungkan dua orang yang akan berkomunikasi jarak jauh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















