Diperbarui: 18 Okt
AKBP Achiruddin Hasibuan menjadi sorotan setelah kasus penganiayaan yang melibatkan anaknya, Aditya Hasibuan, terekspos media. Achirudin yang berada di rumahnya sekaligus tempat kejadian penganiayaan, bukannya melerai anaknya. Dalam rekaman yang viral, dia tampak menyemangati anaknya menggebuk kawannya sendiri bernama Ken. Padahal, Achiruddin merupakan aparat penegak hukum di Polda Sumut yang menjabat sebagai kepala Bagian Pembinaan Operasi Direktorat Narkoba.
Seperti biasa, netizen Indonesia cukup cekatan menguliti setiap pejabat negara bermasalah yang sedang viral. Rumah mewah Achiruddin yang terletak di pinggir Jalan Guru Sinumba, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Helvetia, Kota Medan itu turut jadi pemberitaan. Achiruddin disebut-sebut memiliki harta kekayaan tidak wajar. Dilansir, Achiruddin terindikasi pencucian uang senilai puluhan miliar rupiah. Tidak jauh dari rumahnya di Helvetia, bahkan ditemukan gudang penimbunan solar oplosan.
Toponimi Helvetia sendiri bukanlah jenama lokal. Helvetia berasal dari bahasa Latin yang berarti kota kecil dari pegunungan, merujuk pada negeri Swiss di Eropa Tengah. Jauh sebelum rumah Achiruddin berdiri megah, tanah Helvetia merupakan milik Kesultanan Deli. Ia kemudian dikontrak lewat konsesi oleh pemilik perkebunan asal Swiss, Mots dan Erven Albert Breker.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















