top of page

Polonia, Tanah Tuan Kebun Polandia di Medan

Dari Polandia, Baron Michalsky membangun tanah Polonia di Medan. Dari tanah perkebunan tembakau yang subur kemudian menjadi bandara internasional, yang semua tinggal kenangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah Baron Michalsky, tuan kebun asal Polandia di tanah perkebunannya yang disebut Polonia, pada 1870. Perkebunan tembakau Polonia terletak diantara Sungai Deli dan Sungai Babura yang menjadi bagian dari Kota Medan sekarang. Sumber: Tropen Museum.

22 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Apr

SEBELUM pindah ke Kualanamu, Deliserdang, 11 tahun silam, Kota Medan punya bandar udara (bandara) bernama Polonia. Bandara Polonia terletak di Kecamatan Medan Polonia, sebelah selatan Kota Medan. Nama Polonia sendiri bukanlah lema dalam bahasa lokal, entah Melayu atau Batak, melainkan diserap dari satu nama negara di benua Eropa: Polandia.


“Seorang berbangsa Polandia, ia membuka kebon tembako dilapangan terbang GIA sekarang dan kebon itu dinamakan ‘Polonia’. Sebab itulah nama tersebut melekat sampai sekarang,” demikian dilansir Mingguan Istimewa, 26 April 1959.


Kampung Medan milik Kesultanan Deli kian menarik sejak pengusaha Belanda Jacobus Nienhuys menyulapnya jadi perkebunan tembakau. Begitu ekspor tembakau Deli laku keras di pasaran dunia, para pemodal Eropa dan Amerika kemudian berduyun-duyun ikut menanamkan modal ke Medan. Tidak terkecuali bagi Ludwik Baron Michalsky, seorang bangsawan rendahan asal Polandia, juga kepincut mendulang laba dari tembakau Deli di Medan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page