top of page

Ikhtiar Terhenti di Konstituante

Jalan panjang menuju negara Islam. Terganjal jumlah kursi. Keburu dibubarkan saat hampir mufakat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno membuka sidang Konstituante. (Wikimedia Commons).

11 Apr 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Feb

MASYUMI menggantungkan harapan tinggi untuk bisa menjadikan syariat Islam rujukan hukum tertinggi di Indonesia. Perjuangannya sudah dimulai sejak sidang-sidang awal Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945. 


Kegagalan meloloskan syariat Islam melalui Piagam Jakarta tak membuat surut usaha mewujudkan cita-cita mendirikan negara Islam. Masyumi disiapkan jadi perahu politik umat Islam untuk ikut ajang pemilihan umum dan pemilihan anggota Konstituante 1955. Menggalang aspirasi umat Islam untuk membentuk negara yang bersendikan syariat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page