- 5 Okt 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Jan
ATAS perintah Panglima Kostrad Mayor Jenderal Soeharto di Jakarta, beberapa kompi pasukan dari batalyon infanteri 530/Para Brawijaya yang berkedudukan di Madiun secara bergelombang berangkat ke ibukota. Perwira yang ikut tak hanya para komandan kompi tapi juga perwira staf seperti Letnan Satu (Lettu) Ngadimo Hadisuwignjo. Sehari-harinya dia adalah perwira Seksi I/Intelijen.
“Tanggal 26 September saya berangkat ke Jakarta bersama dua kompi dari Madiun lewat jalur selatan,” terang Ngadimo dalam persidangan perkara Untung tahun 1966, seperti dikutip dalam G-30-S, Gerakan 30 September, dihadapan Mahmillub di Djakarta: Perkara Untung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











