Diperbarui: 14 Jan
ATAS perintah Panglima Kostrad Mayor Jenderal Soeharto di Jakarta, beberapa kompi pasukan dari batalyon infanteri 530/Para Brawijaya yang berkedudukan di Madiun secara bergelombang berangkat ke ibukota. Perwira yang ikut tak hanya para komandan kompi tapi juga perwira staf seperti Letnan Satu (Lettu) Ngadimo Hadisuwignjo. Sehari-harinya dia adalah perwira Seksi I/Intelijen.
“Tanggal 26 September saya berangkat ke Jakarta bersama dua kompi dari Madiun lewat jalur selatan,” terang Ngadimo dalam persidangan perkara Untung tahun 1966, seperti dikutip dalam G-30-S, Gerakan 30 September, dihadapan Mahmillub di Djakarta: Perkara Untung.
Pada hari yang sama, dua kompi dari batalyon 531/Para dari Malang juga berangkat ke Jakarta melalui jalur utara. Esoknya, dua kompi dari batalyon 530 berangkat lagi. Mereka ditempatkan di daerah Kebun Jeruk, Jakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















