top of page

Importing Specialists to Indonesia or Bringing Back “the Colonials”?

How did the newly-established country Indonesia meet the demand of specialists in various government services? Importing foreign personnel.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dr. Menne received a visit from Minister of Health Abdul Azis Saleh in 1958. (Doc. of Menne Family).

8 Mei 2023
12 menit membaca

Diperbarui: 20 Okt 2025

AFTER completing his medical study, Bruno F.M. Menne worked as a volunteer at the clinic of the University of Freiburg, Germany, the university he graduated from. His wife, Gertrud Menne, had to be the family's breadwinner. Germany at that time was in the middle of imminent postwar economic turmoil, so when they heard that Indonesia was in need of medical personnel, they took the chance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page