top of page

Jaka Tingkir dan Kekuasaan Demak

Kisah raja Pajang yang berhasil mengambil alih kekuasaan Kerajaan Demak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masjid Agung Demak. (Wikimedia Commons).

27 Agu 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

PADA 1546, Demak menghadapi krisis. Kematian Sultan Tranggana menjadi mula permasalahan muncul di Jipang dan Pajang, dua wilayah di Jawa Tengah yang sama-sama menuntut hak peninggalan Demak. Aria Panangsang, keponakan Sultan Tranggana, yang memerintah Jipang berusaha menguasai salah satu kerajaan Islam terbesar di Jawa tersebut.


Namun di tengah upaya itu,Jaka Tingkir (Raja Pajang) muncul. Ia berusaha keras menghalangi upaya Sultan Trenggana. Konflik mulai meluas di antara Jipang dan Pajang. Melibatkan rakyat di kedua wilayah. Jaka Tingkir keluar sebagai pemenang. Kharisma dan kesaktiannya diakui mampu mengembalikan kejayaan Demak. Siapa sebenarnya Jaka Tingkir?


Menurut J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Djawi: Javaanse Rijskroniek, Jaka Tingkir lahir di Pengging, sebuah negeri merdeka di Jawa Tengah yang penuh rahasia. Wilayah itu dahulu berada di bawah kuasa Kebo Kenanga, alias Andayaningrat, ayah Jaka Tingkir. “Karena ia lahir sewaktu ada pertunjukan wayang beber (juga dinamakan wayang krebet) maka ia pun dinamakan Mas Krebet,” tulis Meinsma.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page