top of page

Jejak Nelson Mandela di Indonesia

Nelson Mandela meninggalkan jejak sejarah sampai ke Indonesia. Solidaritas bangsa-bangsa terjajah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nelson Mandela, pemimpin ANC berpidato di Majelis Umum PBB pada 1 Januari 1990 tentang perjuangannya melawan rezim apartheid di Afrika Selatan, empat tahun sebelum terpilih sebagai presiden. (un.org).

17 Jul 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Jul 2025

AKU adalah master untuk takdirku. Aku adalah kapten bagi jiwaku.” Nukilan puisi berjudul “Invictus” karya William Ernest Henley itu dikutip oleh Nelson Mandela dan diberikan kepada Francois Pienaar, kapten tim Rugby Afrika Selatan. Puisi itu menginspirasi Mandela untuk bertahan tak tertaklukan selama bertahun-tahun masa pemenjaraannya di Pulau Robben.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page