top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jejak Nelson Mandela di Indonesia

Nelson Mandela meninggalkan jejak sejarah sampai ke Indonesia. Solidaritas bangsa-bangsa terjajah.

16 Jul 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Nelson Mandela, pemimpin ANC berpidato di Majelis Umum PBB pada 1 Januari 1990 tentang perjuangannya melawan rezim apartheid di Afrika Selatan, empat tahun sebelum terpilih sebagai presiden. (un.org).

Diperbarui: 9 Jul 2025

AKU adalah master untuk takdirku. Aku adalah kapten bagi jiwaku.” Nukilan puisi berjudul “Invictus” karya William Ernest Henley itu dikutip oleh Nelson Mandela dan diberikan kepada Francois Pienaar, kapten tim Rugby Afrika Selatan. Puisi itu menginspirasi Mandela untuk bertahan tak tertaklukan selama bertahun-tahun masa pemenjaraannya di Pulau Robben.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page