Diperbarui: 24 Sep
PADA 1967, upaya Mohamad Roem menghilangkan kenangan pahitnya bersama Sukarno terancam gagal. Pembicaraan dengan calon besannya (Mas Suryo) tentang tamu undangan di acara pernikahan putrinya malah membuka luka lama bagi Roem. Belum juga genap setahun terbebas dari tahanan, dia harus kembali berurusan dengan sosok si pemberi trauma.
Peristiwa penangkapan beberapa tokoh oleh Sukarno, termasuk Roem, pada 1962 akibat perbedaan pandangan politik masih begitu membekas di ingatan Roem. Diceritakan di dalam bukunya Bunga Rampai dari Sejarah, dia hampir mendekam di penjara selama empat tahun sebelum akhirnya bebas pada 1966. Meski sudah berusaha memaafkan perbuatan Sukarno di masa lalu, Roem tetap menyimpan sedikit rasa tidak suka.
Pembicaraan tentang siapa saja yang akan diundang di acara sakral itu awalnya berjalan menyenangkan bagi Roem. Dia dan Mas Suryo saling memberi rekomendasi tamu undangan yang sama-sama dikehendaki. Sampai kemudian mantan Menteri Luar Negeri Kabinet Natsir ini dihadapkan dengan satu nama: “Mas Karno”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















