top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kakek Elon Musk Simpatisan Nazi dan Apartheid?

Aktivitas politik kakek Elon Musk dianggap radikal di Kanada. Pindah ke Afrika Selatan dan mendukung sistem apartheid.

23 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Elon Reeve Musk saat berpidato di perayaan pelantikan Presiden Donald John Trump. (X @GOP).

  • 24 Jan 2025
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

ELON Musk diserbu kritik berbagai kalangan, dari warganet biasa, sejarawan, politikus Eropa, hingga petinggi pemerintahan Jerman. Pasalnya, saat menyudahi pidatonya di perayaan pelantikan Presiden Donald Trump, Senin (20/1/2025), Musk melakukan gestur yang dianggap meniru salam pentolan Nazi, Adolf Hitler.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page