- 24 Jan 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 23 Apr
ELON Musk diserbu kritik berbagai kalangan, dari warganet biasa, sejarawan, politikus Eropa, hingga petinggi pemerintahan Jerman. Pasalnya, saat menyudahi pidatonya di perayaan pelantikan Presiden Donald Trump, Senin (20/1/2025), Musk melakukan gestur yang dianggap meniru salam pentolan Nazi, Adolf Hitler.
Tentu kemudian bos media sosial X, provider internet Starlink, serta manufaktur roket Space X dan otomotif Tesla itu menyanggahnya. Musk menganggapnya sebagai fitnah dan menanggapi aneka hujatan itu dengan santai. “Sejujurnya, mereka butuh trik-trik kotor yang lebih baik. Serangan ‘semua orang adalah Hitler’ sungguh membosankan,” cuit Musk di akun X-nya, @elonmusk, Selasa (21/1/2025).
Banyak pendukung Musk membelanya. Salah satunya penasihat Musk, Andrea Stroppa, yang menganggap itu sejatinya salam Romawi. Namun, pembelaan itu justru memantik hujatan balik. “Itu jelas salam Nazi dan [gestur] yang juga memperlihatkan sikap bermusuhan juga,” sebut sejarawan New York University Ruth Ben-Ghiat dikutip The Guardian, Selasa (21/1/2025).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















