top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kerbau dan Orang Indonesia

Kerbau adalah hewan yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Budaya beberapa etnis di Indonesia berkaitan erat dengan kerbau.

13 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Anak laki-laki Jawa menggembala kerbau. Litografi karya Frans Lebret dalam buku De Indische Archipel, Den Haag, 1865-1876. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

  • 14 Jan 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

DARI 30-an partai politik yang mengikuti pemilihan umum pertama tahun 1955, ada sebuah partai bernama Partai Tani Indonesia (PTI). PTI mengikui pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Konstituante. Pemuka PTI adalah Raden Achmad Wangsadikarta. Sementara itu, menurut Kumpulan Peraturan-Peraturan untuk Pemilihan Konstituante, lambang partainya adalah padi berbuah dan kepala kerbau dalam sebuah segitiga.    

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page