top of page

Dari Lapangan Kerbau Sampai Lapangan Monas

Monas berawal dari padang rumput luas tempat kerbau mencari makan. Menjadi tempat rekreasi keluarga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tugu Monas dikelilingi oleh pepohonan rimbun dan taman luas. (Hendaru Tri Hanggoro/Historia.ID).

13 Jun 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Mei

BANYAK orang telah masuk kerja kembali pada 10 Juni kemarin setelah libur panjang Lebaran 2019. Tapi sebilangan orang masih memiliki jatah liburnya hingga beberapa hari lagi. Mereka memanfaatkannya dengan membawa keluarga ke tempat wisata. Salah satunya ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.


Ribuan orang tampak mengunjungi kawasan Monas pada Selasa, 11 Juni 2019. Banyak keluarga antre lebih dari sejam demi naik ke puncak Monas. Tiketnya murah. Antara Rp2.000 sampai Rp10.000 per orang, bergantung usia pengunjung. Keluarga lainnya merasa cukup berkeliling taman atau gelar tikar menikmati rindangnya kawasan Monas secara gratisan.


Kawasan Monas dulunya hanyalah padang rumput luas. Lukisan karya E. Hardouin, pelukis Prancis (hidup pada 1820–1854), menunjukkan beberapa hewan ternak memakan rumput sehingga kawasan ini sempat bernama Buffelsveld (lapangan kerbau).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page