- 25 Jan 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 13 jam yang lalu
TERIK mentari, tiupan angin, dan tebaran debu tak menyurutkan semangat anak-anak berlatih sepakbola di Lapangan Banteng, Jakarta. Mereka menggiring bola melewati rintangan-rintangan sambil terus mendengarkan instruksi pelatih.
“Sebenarnya pengen jamnya kita ubah, cuma masalahnya banyak tim lain yang sewa,” ujar Angela Handayani, sekretaris Sekolah Sepakbola Plus Football Academy.
Sejak dijadikan taman kota oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1981, Lapangan Banteng menjadi area publik yang menarik buat warga kota. Nyaman untuk tempat bercengkerama, enak buat olahraga, bahkan aman untuk kencan ataupun transaksi prostitusi jalanan.
Lapangan Banteng mulanya belantara dan rawa yang menjadi rumah bagi binatang buas, dari banteng hingga harimau. Konflik hewan-manusia kerap terjadi. Sampai-sampai Kongsi Dagang Belanda (VOC) pada 1762 memberi hadiah besar kepada seorang pemburu yang berhasil menaklukkan 27 ekor macan kumbang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















