- 29 Mei 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr
DI TENGAH hiruk-pikuk ibukota Yogyakarta pada pertengahan 1946 yang masih dibayangi akan kedatangan kembali Belanda, K'tut Tantri, perempuan Amerika kelahiran Inggris yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, didatangi Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin.
Di tempat Tantri, Hotel Merdeka, Bung Amir, nama populer Amir Sjarifoeddin, memberitahukan bahwa Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta beserta beberapa menteri dan para kepala staf angkatan akan mengadakan perjalanan keliling Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan. Tantri sebagai penyiar radio The Voice of Free Indonesia diminta ikut.
“Maksud perjalanan ini ialah untuk memberi penerangan kepada rakyat tentang apa yang sedang berlangsung di bagian lain dari pulau Jawa, dan untuk mempersiapkan rakyat menghadapi situasi yang semakin memburuk, berhubung dengan usaha Belanda merebut kembali Jawa Timur. Dimaksudkan juga sebagai perjalanan propaganda, untuk meyakinkan dunia bawah tujuh puluh juta rakyat Indonesia berdiri di belakang Presiden Sukarno dan tak sudi menyerah,” kata Tantri dalam memoarnya, Revolusi di Nusa Damai.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















