- 4 Agu 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
AMIR Sjarifoeddin, yang lebih dikenal sebagai politisi kiri, berperan dalam mendorong partisipasi orang Kristen di dunia politik. Menurutnya, orang Kristen harus terlibat politik, bahu-membahu dengan kalangan Muslim dan nasionalis untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Namun, pada awalnya Amir tak setuju partai politik berbasis agama tertentu, termasuk Kristen. Dia menyerukan partisipasi politik lewat partai-partai nasionalis, yang anggotanya terdiri dari berbagai latar suku dan agama.
Sikap tersebut muncul dalam tulisannya di Mirabile Lectu, media terbitan almamaternya, sekolah menengah Gymnasium di Harleem, Belanda. Dalam tulisan bertanggal Februari 1928 tersebut, Amir menganggap pembentukan partai berbasis agama sebagai ancaman bagi nasionalisme.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















