top of page

Kini Minyak, Dulu Rempah

Rokan dan Kampar kini dikenal sebagai penghasil minyak. Dulu, keduanya penghasil rempah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Festival Multikultur di Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Riau, 17 Juni 2024 sebagai bagian dari Muhibah Budaya Jalur Rempah. Riau yang kaya secara budaya, juga kaya secara ekonomi. Dulu kekayaannya berasal dari rempah. (Petrik/Historia)

18 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Jul

DISINARI sejumlah lampu sorot, gadis-gadis itu semangat melenggak-lenggok di atas panggung. Mengenakan pakaian tradisional berwarna hijau dipadu selendang merah-keemasan dan mahkota warna emas di atas kepala masing-masing, mereka mementaskan satu tarian tradisional dari Riau. Beberapa pemuka masyarakat dan ratusan orang yang hadir menonton dibuat terhibur.


Tarian itu merupakan satu dari sejumlah tarian tradisional yang dipentaskan dalam Festival Multikultur yang dihelat di Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Riau pada 17 Juni 2024. Festival tersebut merupakan bagian dari Muhibah Budaya Jalur Rempah yang diadakan TNI AL.


Dalam muhibah itu, TNI AL mengerahkan KRI Dewaruci. Kapal layar legendaris itu mengangkut rombongan laskar rempah, jurnalis, dan para peneliti yang mendalami sejarah rempah.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page