top of page

Kisah Coca-Cola di Bawah Panji Nazi

Disukai jutaan orang termasuk Adolf Hitler. Coca-Cola pernah mesra dengan Fasis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Coca-Cola, minuman ringan sohor dunia yang pernah mesra dengan Naziisme di era 1930-1940-an. (coca-cola-deutschland.de).

21 Agu 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

DENGAN mendekap selimut dan mantel seadanya, sejumlah tawanan perang Jerman turun dengan hati-hati dari tangga kapal. Udara di Pelabuhan Hoboken, New Jersey, Amerika Serikat di awal Januari 1945 itu dingin dan bersalju.


Roman muka muram para tawanan itu seketika berubah kala salah seorang di antara mereka melihat papan iklan di pelabuhan yang sangat familiar buat mereka. Dari kasak-kusuk satu tawanan yang kemudian menyebar, hampir semua takjub dan saling menunjuk ke reklame itu hingga membuat para penjaga keheranan.


“Seorang penjaga berteriak memerintahkan para tawanan untuk tenang dan menuntut penjelasan. Seorang tawanan yang bisa berbahasa Inggris menguraikan, ‘kami terkejut. Bahwa kalian juga punya Coca-Cola di sini’,” tulis Mark Pendergrast dalam For God, Country and Coca-Cola: The Definitive History of the Great American Soft Drink and the Company That Makes It.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
transparant.png
bottom of page