top of page

Kisah Dua Anak Gubernur Jenderal VOC yang Bermasalah

Gubernur Jenderal Rijcklof van Goens memiliki dua anak yang bekerja di VOC. Keduanya bermasalah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Gubernur Jenderal Rijcklof van Goens. Dipuji atas prestasinya sebagai seorang diplomat, ia diangkat menjadi gubernur jenderal VOC pada tahun 1678. (KITLV).

28 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mar

NAMA Rijcklof van Goens tak hanya dikenal sebagai gubernur jenderal VOC, prestasinya sebagai diplomat juga diakui di kalangan Kompeni. Van Goens pernah ditunjuk menjadi utusan VOC ke Keraton Mataram. Pengetahuannya tentang keadaan politik di keraton membuka jalan bagi Kompeni untuk mengatasi kemelut politik yang terjadi di Kerajaan Jawa. Van Goens pernah empat kali melakukan kunjungan ke wilayah Mataram dalam kurun tahun 1648 dan 1654. Ia pun pernah melakukan perjalanan ke daerah pedalaman Jawa.


Perjalanan karier van Goens sebagai pegawai VOC tak dapat dikatakan mudah. Putra perwira kavaleri di garnisun Belanda itu berlayar ke Batavia tahun 1628 bersama orang tuanya. Nahas, tak lama setelah tiba di Batavia, van Goens yang kala itu berusia sebelas tahun menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia (1629-1630).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page