top of page

Panjat Sosial Zaman Kolonial VOC

VOC menawarkan kekuasaan dan kekayaan. Untuk menggapainya, para lelaki dari Belanda yang tiba di Batavia membidik putri pejabat kompeni dan janda kaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan suasana di kastil Batavia karya Andries Beeckman. (Rijksmuseum/Wikimedia Commons).

24 Jun 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mar

BAGI sebagian orang di negeri Belanda, bekerja sebagai pegawai VOC di Batavia memberi harapan akan kehidupan yang lebih baik. Namun, kenyatannya mengubah nasib tak semudah membayangkannya. Tak jarang para imigran laki-laki dari Belanda maupun Eropa kesulitan mendaki puncak karier dan menembus lingkaran pergaulan pembesar dan orang-orang penting di Batavia.


Menurut Ulbe Bosma dan Remco Raben dalam Being “Dutch” in the Indies: A History of Creolisation and Empire, 1500–1920, sistem patronase yang mengakar di wilayah koloni Belanda merupakan poros pembuatan karier. “Di bawah kekuasaan kompeni, kehidupan di Hindia Timur belum dikuasai oleh hasrat akan ijazah dan sertifikat yang nantinya akan menancapkan cakarnya ke setiap kelas sosial. Alih-alih ijazah, surat rekomendasi sudah cukup,” tulis Bosma dan Raben.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Olimpiade Paris 2024 memunculkan kontroversi gender yang menimpa atlet Aljazair Imane Khelif. Atlet lari Stella Walsh dan Helen Stephens juga mengalami hal yang sama.
Olimpiade Paris 2024 memunculkan kontroversi gender yang menimpa atlet Aljazair Imane Khelif. Atlet lari Stella Walsh dan Helen Stephens juga mengalami hal yang sama.
transparant.png
bottom of page