- 11 Jan 2024
- 11 menit membaca
Diperbarui: 29 Jun
AHAD, 29 Juni 1958. Sejak pagi berduyun-duyun orang datang ke acara pembukaan penggilingan beras di Jatisari, Cikampek, yang dihelat Jajasan Badan Sosial Pusat Buruh Kereta Api (BSP-BKA). Hidangan makanan sederhana sudah disiapkan. Beragam hiburan memeriahkan suasana, dari pertunjukkan tari-tarian sampai reog dan wayang golek modern.
Di antara hadirin, sejumlah tokoh penting hadir. Antara lain Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja, Wakil Perdana Menteri III Leimena, Menteri Dalam Negeri Sanoesi Hardjadinata, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Abdulmutalip Danuningrat, Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat Kolonel R.A. Kosasih, Kepala Daerah Swatantra I Jawa Barat Oja Soemantri, dan Wakil Ketua DPD Karawang Djunaedi.
Koesna Poeradiredja, ketua Dewan Pimpinan Jajasan BSP-BKA, memberikan pidato pembukaan. “BSP didirikan atas kekuatan buruh sendiri dengan tidak mempergunakan kontribusi tetapi uang simpanan paling sedikit Rp250 per bulan,” ujarnya. Kemandirian ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi organisasi yang dipimpinnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















