top of page

Ramalan-ramalan Tjokrokario

Akan ada Ratu Adil di Jawa pada 1930, begitu kata seorang lurah kaya dari Bantul.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jimat nazar. Di masa lalu, banyak orang dari berbagai wilayah Jawa percaya pada keampuhan jimat. Termasuk di Bantul dalam kasus Tjokrokario. (Wikimedia Commons).

30 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

SEABAD silam, Tjokrokario adalah seorang lurah di Kirobayan, Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta. Daerah ini tidak jauh dari muara Kali Opak di pantai selatan Yogyakarta. Kendati lurah merupakan jabatan resminya, tiap malam Jumat Tjokrokario menjadi guru kebatinan.


Tjokrokario akhirnya meresahkan pemerintah kolonial. Algemeene Handelsblad, 28 Juli 1928 menyebut, mula-mula pemerintah dapat laporan dari Kulonprogo bagian selatan bahwa tiap malam Jumat banyak orang menyeberangi sungai dan baru kembali ketika subuh. Setelah aparat mengadakan penyelidikan, ternyata mereka mendatangi Tjokrokario yang sedang menjalankan praktek ilmu kebatinannya.


Bagi bupati Bantul atau asisten wedana yang –orang Jawa– membawahi Kirobayan, kegiatan Tjokrokario itu sama sekali tidak menggangu. Aktivitas spritual seperti itu merupakan bagian dari kehidupan orang Jawa. Maka tak ada langkah apapun yang mereka ambil untuk kegiatan Tjokrokario.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page