top of page

Meraba Ramalan Jayabaya

Sejumlah ramalan kerap dikaitkan dengan nama Jayabaya. Perubahan dan perkembangan ramalan dibikin sesuai kondisi zaman. Akan datangkah Ratu Adil?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Petilasan Prabu Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

12 Feb 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 24 Des 2025

SUATU waktu Prabu Jayabaya mengunjungi Ki Ajar Subrata, seorang pandita di Gunung Padang. Begitu melihat tujuh macam sajian yang disuguhkan, seketika Sang Prabu menikamkan kerisnya ke tubuh Ki Ajar. Dalam benak Prabu Anom berbentur seribu tanya tentang perbuatan ayahnya terhadap Ki Ajar, mertuanya. Sesampai di istana Kadhiri, Sang Prabu sudi memberi penjelasan. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page