top of page

Kisah Revolusi Kemerdekaan Indonesia dalam Pameran

Pameran “Revolusi Kemerdekaan Indonesia” yang akan digelar di Amsterdam pada 2022 dan Jakarta 2023 akan menghadirkan banyak benda seni sarat cerita. Termasuk kisah Tania Dezentjé.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tim kurator pameran "Revolusi Kemerdekaan Indonesia" (Fernando Randy/Historia)

14 Des 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 11 Agu

KENDATI sudah lewat tujuh dasawarsa, revolusi kemerdekaan Indonesia (1945-1949) masih menyisakan banyak cerita yang tercecer di balik narasi besar konflik antara republik yang baru berdiri dan Belanda yang ingin menancapkan lagi kuku-kuku kolonialismenya. Benar apa yang dikatakan pujangga Sutan Takdir, bahwa periode empat tahun revolusi itu tak hanya hadir dalam bentuk kekerasan, pertumpahan darah, atau pembumihangusan kota/desa, melainkan juga merupakan revolusi jiwa pemuda Indonesia itu sendiri dalam banyak aspek.


Oleh karenanya, sejak 2018, Amir Sidharta dan Bonnie Triyana dari Indonesia berkolaborasi dengan Marion Anker dan Harm Stevens dari Belanda menyusun rencana Pameran “Revolusi Kemerdekaan Indonesia”. Selain tim kurator, Aminuddin Th Siregar, dosen FSRD ITB yang kini tengah menempuh studi doktoral di Universiteit Leiden dan sejarawan Remco Raben turut bergabung sebagai penasihat. Rencananya, pemeran akan dihelat di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda pada 11 Februari-6 Juni 2022 dan di Jakarta pada 2023 walau waktunya masih tentatif.


Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kaitan penyelenggaraan pameran dengan proyek riset dekolonisasi yang didukung dana pemerintah Belanda, kurator Harm Stevens mengatakan pameran ini tidak ada hubungan dengan proyek tersebut dan merupakan inisiatif Rijksmuseum sendiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
transparant.png
bottom of page