top of page

Koes Plus dan Mantan Perwira AURI

Koes Plus pernah rekaman bersama Dimita. Perusahaan rekaman yang menaungi banyak artis top tanah air itu tapi akhirnya bangkrut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana di studio rekaman Mesra Records, salah satu label milik Dimita (repro "100 Tahun Musik Indonesia")

12 Des 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

SEBAGAI pemuda yang mengalami masa revolusi kemerdekaan, Mohammad Sidik Tamimi alias Dick Tamimi beruntung pernah kuliah di Technisch Hogeschool (Sekolah Tinggi Teknik) Bandung meski tidak sampai lulus. Orang-orang seperti dirinya dibutuhkan untuk membangun negara setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan Sukarno-Hatta.


Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) merupakan salah satu yang membutuhkan banyak tenaga untuk membangun dirinya. Meski dilanda berbagai macam kekurangan termasuk pesawat dan segala suku cadangnya, alat negara yang baru berdiri pada 9 April 1946 itu berhasil menghimpun banyak teknisi muda. Dick salah satu di antaranya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page