top of page

Batavia, Koloni Tanpa Perempuan

Demi membangun masyarakat mestizo, penguasa VOC mengurusi dan mencampuri urusan perkawinan dan seksualitas warga di koloninya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal VOC, karya Jacques Waben. (Westfries Museum).

15 Jul 2010
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Des 2025

GUBERNUR Jenderal Jan Pieterszoon Coen punya gagasan untuk mengisi kota Batavia. Kepada dewan pengurus di Amsterdam, Coen meminta kiriman anak-anak gadis dan mengusulkan agar banyak keluarga Belanda dari kalangan baik-baik bermigrasi ke Batavia, agar semua sifat-sifat baik keluarga Belanda dan kaum perempuan Belanda seperti kesopanan, kebersihan, dan kesalehan bisa ditanamkan di sini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page