Diperbarui: 3 hari yang lalu
TANPA ragu, Herry Kiswanto menerima tawaran dari Tumpal Dorianus (T.D.) Pardede, pemilik klub sepakbola profesional Pardedetex. Dia pun hengkang dari Persib Bandung, klub yang sudah dibelanya selama beberapa musim. Pada 1979, Herry bertolak ke Medan dan memulai petualangannya sebagai pemain Pardedetex.
Herry memilih Pardedetex bukan tanpa alasan. Dia merasa lelah dan tak fokus bermain bola ketika membela Persib Bandung, yang berlaga di Liga Perserikatan. Selain bermain di lapangan hijau, dia harus bekerja sebagai pegawai bank. Sementara Pardedetex berlaga di Liga Sepakbola Utama atau dikenal dengan sebutan Galatama.
“Saya tertarik dengan Ketua (T.D. Pardede) yang memang gila bola. Dia berani keluar uang, tanpa pamrih untuk kemajuan sepakbola nasional,” ujar Herry Kiswanto kepada Historia.ID.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















